Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Dunia Antariksa. Show all posts

Tuesday, March 29, 2011

Astronom Amatir Yogyakarta Rekam Cincin Saturnus


http://dyphysics23.files.wordpress.com/2009/11/puncak-saturnus.jpg

Spoiler for showpict:

Saat merayakan GLOBE at Night dan Earth Hour 2011, komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC) berhasil merekam citra cincin Saturnus beserta bulan planet tersebut.

Pengamatan oleh anggota JAC dilakukan mulai pukul 20.00-23.00. Sesuai kegiatan wajib dalam GLOBE at Night, dengan 5 buah teleskop para anggota komunitas itu melakukan pengamatan bintang di rasi Crux. Pengamatan tambahan juga dilakukan pada benda-benda langit lain yang terlihat, seperti planet, komet, dan satelit.

"Kami berhasil mendapatkan citra cincin Saturnus," kata Anggota JAC Muhota Arkanuddin. Dalam video rekaman, Saturnus beserta cincinnya tampak berwarna putih dan tampak UFO. Mutoha juga mengatakan komunitasnya berhasil menangkap citra yang disebut kotak mutiara di rasi Crux dan sistem bintang ganda Alpha Centauri.


Komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC) melakukan pembukaan perayaan GLOBE at Night, sebuah gerakan memetakan polusi cahaya. Di belahan Bumi utara, perayaan GLOBE at Night dilakukan tanggal 22 Maret-4 april sementara di belahan Bumi selatan tanggal 24 Maret-6 April.

Pembukaan perayaan berlangsung bersamaan dengan acara Earth Hour 2011 yang juga diselenggarakan di Kota Gudeg itu. Dalam acara pembukaan, JAC mengajak anggota komunitas dan masyarakat setempat untuk mematikan lampu mendukung perayaan Earth Hour, melakukan pengamatan terhadap langit, dan menonton film-film bertema astronomi.

Berdasarkan hasil pengamatan, Mutoha mengatakan, "Kalau kita lihat, polusi cahaya di kota Jogja ini sudah cukup parah karena kita hanya bisa lihat hingga magnitud 3." Ia menuturkan, dalam kondisi langit gelap dan cerah, bintang bisa teramati hingga magnitud 5. Menurutnya, kondisi tersebut masih bisa didapatkan di wilayah Yogyakarta bagian selatan dan kabupaten Gunung Kidul.

Spoiler for komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC):

Spoiler for komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC):

Spoiler for komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC):






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7693394

Monday, March 28, 2011

Misteri Arca Berusia 200.000 Tahun Yang Ditemukan Di Bulan




Sebuah catatan saintis baru saja dirilis yang membuktikan bahwa permukaan bulan pernah dihuni kehidupan cerdas. Hal itu dibuktikan dari penemuan sebuah arca 10 inci di atas batu karang bulan.

Pakar Geologi Dr. Morris Charles mengungkapkan beberapa waktu lalu bahwa para ilmuwan daru laboratorium NASA telah membawa sebuah batu dari misi Apollo 11 40 tahun silam, tahun 1969. Dr. Charles adalah seorang ilmuwan dari NASA selama 23 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri. Tapi ia tetap menjaga hubungan dengan lembaga tempat ia bekerja dulu.

“Figur arca itu menggugah rasa keingin tahuan kita. Artinya pada suatu waktu atmosfer di bulan sangat mendukung kehidupan. Lebih dari itu, arca itu juga menunjukkan dari rasa estetika seni yang indah dari orang-orang yang membuatnya,”kata Dr.Charles kepada reporter.

Arca yang disebut sebagai “Angel” atau bidadari itu terbuat dari kombinasi besi khusus ditemukan ekslusif di sebuah tempat di ketinggian di bulan. Angel adalah arca bersosok perempuan memiliki sayap di bagian belakang dan rambut bergelombang panjang.

Ada kemungkinan arca angel didatangkan dari planet lain. Berdasar analisis kimia logam, pakar Geologi menduga bahwa arca itu berusia lebih dari 200.000 tahun, yang berarti kemungkinan ia dibuat 170.000 tahun sebelum spesis manusia muncul di bumi.

Dr. Miles Fredericks dari Universitas New York menyebutkan teori tentang legenda orang Sumeria yang menyebutkan Annunaki, dewa-dewa bersayap, yang berasal dari abad 18 SM. Mungkin orang Sumeria pernah dikunjungi penghuni bulan, yang sosoknya dijadikan imej dari arca Angel.

Walaupun banyak yang memikirkan misteri figur Angel tetapi sebagian orang menyayangkan mengapa rahasia itu disimpan begitu lama. “Artifak ini telah menjadi rahasia umum di kalangan dalam NASA selama bertahun-tahun. Tapi pejabat tinggi NASA menyimpan rahasia ini untuk mencegah kepanikan dunia.







sumber :http://danish56.blogspot.com/2011/03/misteri-arca-berusia-200000-tahun-yang.html

Saturday, March 26, 2011

Bumi telah dirancang dengan sempurna


http://hermawayne.blogspot.com

Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis. Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi. Dalam hal ini, seorang astronom Amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal the Unmistakable Identitiy of the creator telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari

http://hermawayne.blogspot.com

Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke Bumi.

-Jika lebih jauh: planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
-Jika lebih dekat: planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil


2. Gravitasi di permukaan bumi

http://hermawayne.blogspot.com

Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan harga yang berlaku di Bumi.

-Jika lebih kuat: atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)
-Jika lebih lemah: atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara


3. Periode rotasi bumi

http://hermawayne.blogspot.com

Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari. Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.

-Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar
-Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi


4. Albedo

http://hermawayne.blogspot.com

Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

-Jika lebih besar: zaman es tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi


5. Aktivitas gempa

http://hermawayne.blogspot.com

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

-Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa
-Jika lebih kecil: bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik


6. Ketebalan kerak bumi

http://hermawayne.blogspot.com

Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.

-Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi
-Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar


7. Medan magnet bumi

http://hermawayne.blogspot.com

Magnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

-Jika lebih kuat: badai elektromagnetik akan terlalu merusak
-Jika lebih lemah: kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa


8. Interaksi gravitasi dengan bulan

http://hermawayne.blogspot.com

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

-Jika lebih besar: efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
-Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim


9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer

http://hermawayne.blogspot.com

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet. Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

-Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai


10. Kadar ozon dalam atmosfer

http://hermawayne.blogspot.com
Ozon terdiri dari 3 molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer. Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

-Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah
-Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet



Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip Antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian peristiwa acak tanpa perencanaan. Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.





sumber :http://hermawayne.blogspot.com/2011/03/bumi-telah-dirancang-dengan-sempurna.html

Thursday, March 24, 2011

Tau Gak Gan.....?? Ternyata Bau Ruang Angkasa seperti "Steak" Bakar


Angkasa luar ternyata memiliki bau yang kebanyakan bersumber dari bintang yang hampir mati. Campuran asap solar, logam panas, dan aroma bakaran barbeque, kira-kira seperti itulah bau ruang angkasa.

Campuran bebauan dari bintang mati itu disebut polycyclic aromatic hydrocarbons.

http://kcdn1.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/06/1002287620X310.jpg

Menurut penemu dan Direktur Laboratorium Astrofisika dan Astrokimia Pusat Penelitian Ames NASA, Louis Allamandola, molekul-molekul tersebut sepertinya berada di seluruh ruang angkasa.

"Molekul tersebut juga melayang di sana selamanya, di dalam komet, meteor, dan debu angkasa," tuturnya. Hidrokarbon itu bahkan disebut-sebut sebagai bentuk awal kehidupan di Bumi. Karena itu, hidrokarbon dapat ditemukan pada batu bara, minyak, dan makanan.

Astronot sering kali melaporkan mencium bau steak bakar setelah berjalan di ruang angkasa. Walaupun manusia tidak bisa menghirup bebauan di ruang angkasa, saat astronot berada di luar stasiun ruang angkasa, senyawa dan komponen antariksa menempel pada baju mereka dan ikut masuk ke stasiun.

http://onisuya.files.wordpress.com/2011/01/steak.png

Bau ruang angkasa tercium dengan jelas saat tiga tahun lalu NASA memerintahkan Steven Pearce, pembuat wewangian Omega, untuk kembali dan menciptakan bau yang cocok untuk simulasi.

Allamandola menjelaskan, sistem tata surya kita baunya tajam dan pedas karena kaya akan karbon dan rendah oksigen.

Analoginya sama dengan mobil. Jika kekurangan oksigen di dalam mobil, maka akan terlihat jelaga hitam dan bau busuk. Bintang yang kaya oksigen tercium seperti arang terpanggang.

Saat nanti kita dapat meninggalkan galaksi, baunya akan semakin menarik. Di dalam ruang angkasa yang gelap dan molekul penuh debu, bau gula manis hingga bau telur busuk dan belerang akan tercium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPe7f5591XFAKvwDASrpMAB-NHoQTHAqmZULhyphenhyphenfHABhVCOjuupx-Jf3lCKzHeC0e0euKLZxR1SuQIiEUKoyu5Fn07jO-B8UNnrTs7_Aez35WoQ0eX-ehb_QjRFDIe8KxvWjBvuCD_i4cc/



sumber :http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/556/bau-ruang-angkasa-seperti-steik

Pesawat NASA Teliti Kawah Es di Kutub Planet Merkurius


Para penyelidik misi pesawat ruang angkasa Messenger makin mengintensifkan pantauannya. Maklum, wahana milik NASA itu pada Jumat pekan lalu sukses memasuki orbit sekitar Merkurius. Alhasil Messenger menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengorbit planet terdalam.

"Kami berharap dapat meningkatkan pemahaman terhadap salah satu planet yang jadi tetangga terdekat," kata Sean C. Solomon, penyelidik utama misi Messenger. Nama wahana penjelajah robotik ini merupakan singkatan dari Mercury Surface, Space Environment, Geochemistry, and Ranging.



Wahana yang diluncurkan 2 Agustus 2004 telah menempuh penerbangan sejauh 7,9 miliar kilometer. Dia mengelilingi matahari sebanyak 15 kali dan melesat melintasi Bumi, Venus dan Merkurius serta ngebut mengejar ketertinggalannya dengan Mercurius.

Planet Mercurius sendiri berada dalam cengkeraman gravitasi Matahari. Alhasil planet yang disebut-sebut berada di tepi neraka ini, mengitari Matahari dalam setahun selama 88 hari, dengan kecepatan rata-rata 170.600 km/jam.

Menurut Sean C. Solomon, berhasil memasuki orbit Merkurius menjadi puncak dari misi."Ini adalah pencapaian terbesar Messenger hingga masuk ke orbit Merkurius," ujar Manajer Proyek Messenger Peter Bedini dari Johns Hopkins.

Menurut Peter, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras tim navigasi, panduan dan kontrol. Tidak ketinggalan operasi misi yang memandu pesawat melakukan perjalanan sejauh 7,9 miliar kilometer.

Messenger saat ini berada di sekitar 46 juta km dari Matahari dan sekitar 155 juta km dari Bumi. Setelah mengalami pembakaran, mesin berdaya 600 newton itu akan "parkir" dalam 12 jam di orbit Merkurius.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxECSYIhY7BW6aeLmvXpzzjAd0ENDy2BW8piRrGHZlFPeGg2ed3bPKeA1xg3oFV-BuojN5vTnXUZDlgVj1d-fhU54RQKA8hb-m97z1PS7vE2zwPTeftyTREaw_oWaMedXsepf1nZ6h1XGG/s1600/Merkurius.jpg

Salah satu pertanyaan yang paling diharapkan jawabannya dari misi Messenger adalah apakah Merkurius menyembunyikan air di kawah es yang gelap?

Bulan memiliki kawah seperti ini. Memang suhu lebih dari 370 derajat Celsius memanggang wilayah khatulistiwa Merkurius. Namun suhu di kawah dekat kutub tetap pada minus 183 derajat Celcius.

"Wilayah ini tidak tersorot Matahari selama jutaan, mungkin milyaran tahun," kata Salomo. "Sangat dingin. Cukup dingin untuk menjaga air es kurun waktu geologi yang lama."

Jika semua berjalan sesuai rencana, Messenger yang parkir selama 12 jam menjadi sangat unik. Wahana ini berada di titik rendah 200 km di atas permukaan planet dan titik terjauhnya lebih dari 15.193 km.

Untuk melakukan penelitian, Messenger memuat kamera dengan lensa sudut sempit dan lebar, serta altimeter laser untuk memetakan permukaan Merkurius. Ada pula spektrometer guna menyelidiki komposisi batuan dan atmosfer planet.

Magnetometer akan mempelajari bagaimana medan magnet pada inti planet yang cair dan membentuk 60 persen massa Merkurius berinteraksi dengan angin Matahari.

Setelah mengorbit, Messenger akan kembali mengambil gambar pada 4 April. Wahana ini akan tinggal di orbit selama empat tahun.

Misinya dapat diperpanjang selama satu atau dua tahun jika anggaran NASA memungkinkan. Ketika bahan bakar habis dan tidak ada tambahan dana, pesawat ruang angkasa tersebut akan menabrak permukaan Merkurius.




sumber :http://tempointeraktif.com/hg/sains/2011/03/21/brk,20110321-321568,id.html%20

Saturday, March 19, 2011

Mari Kita Tengok Keindahan Supermoon 19 maret 2011 yuk !




Dari perhitungan astronomi, pada tanggal 19 Maret 2011 Bulan dalam peredarannya mengelilingi Bumi, akan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi, disebut sebagai posisi perigee.
Spoiler for superman atau supermoon:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTy3hNqcl3cfm55AS3GjQ8azP-fI2MYXRhe2kedfRhhWrF1oRmq7nIxiiUgx61NGXSwENQVZs6kbCQaP9kx_mLoBxF4L_KaIRQnP8F-MdPrPJaLKHJeQmOlBrDwoLWWiv-q40_xzv_aaYP/s1600/Fenomena-Supermoon.jpg
Superman atau Supermoon ?


Tentunya dalam peredaran mengitari Bumi, Bulan akan selalui melalui posisi perigee, tetapi posisi perigee tersebut tidak selalu berada pada angka yang tepat sama, tetapi bervariasi sepanjang waktu.

Pada tanggal tersebut, yang pada saat itu Bulan dalam fase Purnama, dalam perhitungan merupakan jarak yang paling dekat ke Bumi semenjak 18 tahun yang lalu. Lalu? Apa yang akan terjadi?

Beredar kabar di dunia maya, bahwa pada saat tersebut, akan terjadi bencana alam yang sangat dahsyat, mulai dari badai besar, gempa Bumi sampai dengan letusan gunung berapi. Sepertinya seram sekali! Tetapi benarkah itu?

Mari kita tinjau satu persatu, pertama, fenomena ‘supermoon’, ini sebetulnya adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Pada suatu ketika, dalam peredarannya di langit, Bulan-Bumi-Matahari bisa berada dalam satu garis lurus, biasanya pada saat itu bisa terjadi bulan baru atau bulan purnama.

Dan bila pada saat bulan purnama, Bulan berada pada posisi perigee, maka keadaan ini oleh para ahli astrologi (bukan ahli astronomi!) disebut ‘super moon’! Jadi istilah super moon bukanlah istilah astronomi, tetapi istilah astrologi.

Kedua, pada tanggal itu, akan terjadi bencana alam? Tentulah dalam siklus alamiah, Bulan mempengaruhi terjadinya gaya pasang surut laut di Bumi, dan ketika Bulan ‘mendekat’, tentulah pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar (demikian yang dikatakan hukum gravitasi Newton).

Akan tetapi, apakah bila pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar, akan terjadi bencana alam? Mari kita sedikit berhitung dengan matematika. Ambil rata-rata jarak Bumi-Bulan 382900 km, sedangkan pada tanggal 19 Maret 2011, Bumi-Bulan berjarak 356577 km, atau ‘mendekat’ sejarak 26323 km, atau hanya 6,87% lebih dekat dibanding rata-rata.
Spoiler for perigee:

http://masihangat.files.wordpress.com/2011/03/super-moon-and-earth_1.jpg
Posisi Bulan saat berada di perigee atau titik terdekat dengan Bumi,kredit StarryNight Education


Dengan jarak yang sekecil itu (6,87%), akan menyebabkan dampak yang luar biasa? Seperti biasa, efek pasang surut terjadi setiap hari, dan bila resultan vektor gaya gravitasi Bulan dan Matahari menjadi lebih besar maka efek pasang surut menjadi lebih besar.

Spoiler for position of earth and moon:

Posisi Bumi-Bulan-Matahari dan kaitannya dengan pasang surut.


Tentunya pada saat ketika purnama ditambah perigee, gaya gravitasi menjadi lebih berpengaruh, tetapi, dari studi geofisika yang telah banyak dilakukan, tidak dtemukan adanya dampak yang signifikan pada keseimbangan energi Bumi.

Gempa Bumi, letusan vulkanik, ataupun berbagai fenomena di Bumi lebih disebabkan keseimbangan energi di Bumi, seperti pergeseran lempeng Bumi, sedangkan efek pasang surut oleh Bulan, tidaklah cukup kuat menggeser keseimbangan energi tersebut, yang artinya ‘super moon’ tidak akan menyebabkan bencana alam.

Mungkin dibutuhkan seorang Superman yang datang dari planet Kripton untuk menggeser keseimbangan Bumi, karena Superman mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dibanding kekuatan super moon.

Tetapi kita tahu bahwa superman adalah tokoh rekaan, sebagaimana bencana akibat super moon adalah telaah astrologi. Kalau sudah demikian, pertanyaan berikut, apa yang akan terjadi di tanggal 19 Maret malam ?

Spoiler for another explanations:

Bulan Purnama saat di perigee akan tampak lebih besar 14%. kredit: NASA


Yang pasti Bulan akan tampak lebih ‘besar’ 14% dan 30% lebih cerlang di banding ‘biasanya’, dan kesempatan yang langka untuk menikmati Bulan, sembari memotretnya, atau sekedar nongkrong-nongkrong sembari minum coklat hangat dan menikmati kudapan di malam hari (bila langit cerah).


http://www.witdodo.com/wp-content/uploads/2011/03/supermoon.jpg

Friday, March 18, 2011

Misteri Gelembung Radiasi bima sakti



Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini menemukan dua gelembung radiasi misterius yang berada di pusat galaksi Bima Sakti.
Adalah teleskop luar angkasa Fermi yang telah menemukan dua gelembung besar yang timbul dari pusat galaksi Bima Sakti tersebut. Teleskop menunjukkan bahwa gelembung berisi radiasi sinar Gamma dan sinar-x tersebut, membesar masing-masing hingga 25 ribu tahun cahaya ke atas dan bawah cakram galaksi.
Diperkirakan, masing-masing gelembung radiasi di tiap sisi galaksi mengandung energi sekitar 100 ribu kali ledakan supernova. "Gelembung-gelembung itu berukuran sangat besar," kata Doug Finkbeiner, pemimpin peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang menemukan gelembung itu, kepada New York Times.
Hingga kini bola energi itu masih diselimuti kabut misteri. Para ilmuwan masih belum berhasil mengidentifikasinya. Salah satu kemungkinan, seperti dilansir oleh situs Wired, gelembung itu disebabkan oleh adanya lubang hitam supermasif di pusat galaksi.
Dengan bobot yang diperkirakan lebih dari 4 juta kali massa matahari itu, lubang hitam tersebut dapat menyebabkan ledakan energi yang berbahaya bila materi yang mengelilinginya, jatuh ke dalam lubang hitam.
Ilustrasi gelembung radiasi di sekitar pusat galaksi Bima Sakti
Kemungkinan lainnya, gelembung itu disebabkan oleh ledakan bintang pada inti galaksi. Ledakan bintang semacam ini disebabkan oleh pelepasan energi oleh ledakan supernova dan angin antariksa, yang biasanya mengikuti sebuah episode dari formasi bintang. Diperkirakan ini terjadi sekitar 10 juta tahun yang lalu.
David Spergel, seorang pakar astrofisika dari Princeton, mengaku heran, karena gelembung yang besarnya nyaris menyamai galaksi Bima Sakti sendiri baru ditemukan belakangan.
"Gelembung ini menunjukkan bahwa aktivitas alam semesta ini penuh dengan kejutan," kata Kepala tim Astrofisika NASA Jon Morse.
Apapun itu, yang pasti gelembung ini ditargetkan akan dapat diselidiki lebih lanjut oleh instrumen baru, termasuk oleh pesawat luar angkasa Planck (yang diluncurkan 2009), dan teleskop sinar-x eROSITA yang bakal diluncurkan pada 2012.





sumber :http://www.menarik-unic.co.cc/2011/01/misteri-gelembung-radiasi-bima-sakti.html

Thursday, March 17, 2011

Foto Kerusakan Jepang dari Satelit NASA



Satelit badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menangkap gambar kebakaran dan banjir terbaru akibat gempa dan tsunami di Jepang. Foto dari satelit pengawas bumi, Terra dan Aqua, melukiskan gambaran suram kerusakan di Jepang.

Dari tampilan satelit, terlihat Jepang bagian utara, khususnya daerah Sendai, terendam banjir dan mengalami kebakaran. Foto itu diambil pada Sabtu 12 Maret 2011, satu hari setelah bencana gempa dan tsunami. Pengambilan foto ini adalah bagian dari MODIS Rapid Response system, yaitu penggunaan satelit untuk mengambil gambar bumi secara "real time" setiap hari.

Sistem tersebut dapat mengambil foto kondisi negara Jepang dua kali dalam satu hari. Foto terbaru diambil satelit Aqua pada pukul 2.46 waktu Jepang. Terlihat kepulan asap hitam di kawasan Sendai. Tim peneliti menggunakan teknologi Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk membuat gambar satelit terlihat seperti foto.





"Awan seringkali menghambat MODIS untuk mengidentifikasi lokasi api di sebuah kota. Untuk tipe asap hitam seperti yang terlihat di foto biasanya muncul akibat minyak atau gas," tulis Holli Riebeek, dari Goddard Space Flight Center dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Livescience.com.

Kebakaran kilang minyak memang terjadi di daerah Sendai setelah gempa. Menurut pejabat NASA, satelit Aqua juga menunjukkan awan sedimen biru dan hijau di sepanjang pantai Jepang, ini kemungkinan menggambarkan lumpur atau sampah akibat gelombang tsunami yang kuat.

Satelit Terra menangkap gambar lebih cepat yaitu pada pukul 10.30 waktu Jepang dan terlihat banjir besar di sepanjang pantai timur laut Jepang. Seperti satelit Aqua, instrumen MODIS pada Terra akan digunakan untuk mencatat kerusakan akibat tsunami. Banjir terlihat berupa bentangan biru tua atau hitam, baik daratan dan garis pantai. Hal ini jika dibandingkan dengan gambar lain yang diambil oleh satelit Terra 26 Februari sebelum gempa bumi terjadi.



"MODIS mendeteksi api di dekat pantai utara Sendai, yang juga dikelilingi oleh banjir," tulis Riebeek.

Menurut U.S. Geological Survey (USGS), gempa yang terjadi di Jepang pada 11 Maret lalu termasuk lima gempa terbesar yang terjadi sejak 1990. Pusat gempa terletak 373 kilometer arah timur laut Tokyo dan 130 km arah timur Sendai, pulau Honshu.





sumber :http://duniakita.blogspot.com/2011/03/foto-kerusakan-jepang-dari-satelit-nasa.html

Wednesday, March 9, 2011

Mungkinkah Bulan Super Guncang Cuaca Bumi?


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1306322.jpg


Minggu depan adalah saat yang paling ditunggu astronom amatir. Sembilan belas Maret menjadi titik Bumi paling dekat dengan bulan, sejak 2005.

Peristiwa 19 Maret, sering dikenal dengan nama ‘lunar perigee’ dan Bulan Super, menjadi saat yang dinanti mengingat bulan berada di garis lurus sepanjang 22.561 mil dari Bumi, jarak terdekat dengan planet ketiga dari Matahari ini.

Media internet telah dibanjiri ilmuwan amatir dengan pola pikir konspirasi yang terus menerus memberi peringatan bahwa Bulan Super akan mengganggu pola iklim bumi serta menyebabkan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi yang membahayakan masyarakat.

Bulan Super pernah terjadi pada 1955, 1974, 1992 dan 2005. Yang menarik, di tahun-tahun tersebut terjadi peristiwa cuaca ekstrim. Di Indonesia misalnya, terjadi tsunami Aceh yang menewaskan ratusan ribu penduduk. Peristiwa itu bertepatan dua minggu sebelum Bulan Super pada Januari 2005. Selain itu, ada pula peristiwa angin topan ganas Siklon Tracy yang menghancurkan kota Darwin, Australia.

Tapi Pete Wheeler dari International Centre for Radio Astronomy memandang semua peringatan soal kiamat atau bencana besar dengan skeptis. "Tidak akan ada gempa bumi atau gunung berapi yang meletus kecuali memang itu seharusnya terjadi," katanya.

Bumi hanya mengalami air surut lebih rendah dari biasanya dan air pasang lebih tinggi dari normal pada masa itu, kata Wheeler lagi.

Astronom Australia David Reneke juga tidak setuju dengan teori konspirasi yang beredar di masyarakat, mengingat pihak-pihak itu selalu saja menemukan hubungan antara bencana alam dengan hal yang sifatnya tidak logis.

"Jika Anda mencoba mencari tahu lebih lama, akan muncul kronologis bahwa bencana alam memang berkaitan dengan langit seperti komet, planet lain dan matahari. Namun, tidak serta merta menyalahkan satu fenomena dengan bencana,” kata Reneke. [mor]


http://www.lunarland.com/images/NEAR.jpg



sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1306322/mungkinkah-bulan-super-guncang-cuaca-bumi

Sunday, March 6, 2011

Wow, Ilmuwan NASA Temukan Bakteri Alien di Meteor

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1296572.jpg


Ilmuwan NASA percaya telah menemukan bentuk kehidupan alien yang mampu menjelaskan bagaimana awal mula kemunculan makhluk hidup di Bumi. Seperti apa?

Klaim tidak biasa itu diungkapkan Dr. Richard Hoover, astrobiologi di Marshall Space Flight Center, NASA, setelah 10 tahun mempelajari bakteri mungil di meteorit yang jatuh di berbagai kawasan di seluruh dunia.

Hoover mengaku telah melakukan perjalanan ke Antartika, Siberia dan Alaska untuk mempelajari bentuk paling aneh di meteor, CT1 carbonaceous chondrites. Materi ini hanya sembilan buah di Bumi.

Melihat lebih jauh lewat mikroskop, Hoover menemukan beberapa fosil bakteri di CT1 carbonaceous chondrites. Beberapa diantaranya mirip dengan bakteri di bumi namun yang lainnya tidak terjelaskan, seperti alien.

Terbaru, Hoover menemukan sebuah meteorit yang berisi organisme dengan ukuran dan struktur yang sama dengan bakteri raksasa Titanospirillum velox, organisme yang ditemukan di atas Bumi. Hoover percaya bakteri itu telah menyebar lebih luas dari perkiraan.

"Saya mengira bakteri baru itu merupakan indikasi kehidupan telah berkembang luas dari perkiraan sebelumnya. Dalam banyak kasus, bakteri itu bisa disejajarkan dengan beberapa spesies di Bumi,” kata Hoover kepada Fox News. Penemuan ini dipublikasikan di Journal of Cosmology. [mor]



Research claims fossilised bacteria from meteors, like this one which is similar to Titanospirillum velox which is found on earth, suggests life is more widespread

Is this what an alien looks like? Research claims fossilised bacteria from meteors appear similar to bacteria found on earth - like Titanospirillum velox, above. That suggests life is more widespread


Discovery: Dr. Richard B. Hoover has challenged anyone to prove to him his findings are wrong

Discovery: Dr. Richard B. Hoover has challenged anyone to prove to him his findings are wrong



sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1296572/wow-ilmuwan-nasa-temukan-bakteri-alien-di-meteor

Thursday, March 3, 2011

10 Tokoh yang Percaya Adanya UFO & Alien


http://hermawayne.blogspot.com

Kepler, teleskop milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) awal Februari lalu menemukan 5 planet seukuran bumi yang mengorbit di galaksi kita. 5 planet ini mengorbit di zona yang cukup nyaman bagi sebuah kehidupan. Letaknya cukup jauh dari matahari dan kemungkinan besar memiliki air. Kita tahu, air adalah faktor kunci bagi kehidupan. Dengan temuan NASA ini memunculkan harapan harapan: Alien atau mahluk angkasa luar itu kemungkinan ada. Termasuk Unidentified Flying Objects (UFO) yang identik dengan alien.

Beberapa tokoh publik yang terdiri dari ilmuwan dan politikus telah mengungkapkan bahwa mereka percaya adanya kehidupan di planet lain. Inilah 10 tokoh tersebut.

1. Stephen Hawking

http://hermawayne.blogspot.com

Tahun lalu, ahli fisika dan kosmolog ini mengatakan bahwa mahluk angkasa luar hampir pasti ada tapi manusia lebih menghindarinya ketimbang mencari kebenarannya. “Menurut otak matematika saya, alien sangat rasional, tantangannya adalah, seperti apa alien itu.”

2. Martin Rees

http://hermawayne.blogspot.com

Astronom Inggris ini yakin kalau alien itu nyata. Menurut dia, kemungkinan besar alien lebih pintar dari manusia.

3. Lachezar Filipov

http://hermawayne.blogspot.com

Dia adalah ilmuwan Bulgaria. 2 tahun lalu, Filipov mengklaim telah menjalin kontak dengan kehidupan luar angkasa. “Alien ada di sekitar kita, mereka selalu memperhatikan kita,” kata Filipov. “Mereka tidak ingin berbuat jahat kepada kita, mereka ingin membantu, tapi kita tidak membangun hubungan dengan mereka.”

4. Edgar Mitchell

http://hermawayne.blogspot.com

Bekas astronot NASA yang mengklaim menemukan bukti bahwa alien itu ada. Namun pemerintah Amerika Serikat tidak mengeluarkan bukti tersebut. Mitchell, salah satu astronot yang dipilih dalam menjalankan misi Apollo 14 tahun 1971.

5. Jimmy Carter

http://hermawayne.blogspot.com

Presiden Amerika Serikat tahun 1976 sampai 1980. Dia berjanji saat kampanye dia akan membuka dokumen soal UFO ke publik. “Saya tidak menertawakan orang ketika mereka berkata telah melihat UFO. Karena saya juga pernah melihatnya.”

6. Jenderal Douglas MacArthur

http://hermawayne.blogspot.com

Veteran perang Korea dalam Perang Dunia II ini mengatakan perang berikutnya adalah perang antar planet. Pada 1955, dia mengatakan politik di masa depan adalah politik kosmik atau antar planet, mahluk bumi harus bersatu melawan mahluk dari planet lain.

7. Monsignor Corrado Balducci

http://hermawayne.blogspot.com

Balducci seorang ahli teologi. Dia mengatakan mahluk angkasa luar adalah fenomena yang nyata. Vatikan menerima banyak informasi soal itu. Mereka memiliki kantor perwakilan di beberapa negara, seperti Meksiko, Chile dan Venezuela.

8. Air Chief Marshal Lord Dowding

http://hermawayne.blogspot.com

Dowding, komandan perang dunia kedua dari Inggris. Dia yakin UFO itu nyata. “Saya yakin objek itu ada dan mereka tidak dibuat oleh negara manapun di dunia.”

9. Ronald Reagan

http://hermawayne.blogspot.com

Presiden Amerika Serikat periode 1980 hingga 1988 ini mengklaim melihat UFO. “Saya melihat ke luar jendela dan melihat cahaya putih. Saya lalu bertanya kepada pilot, pernah lihat seperti itu?" dia terkejut dan mengaku tidak pernah,” kata Reagan. Dia lalu meminta pilot untuk mengikuti cahaya yang bergerak zigzag itu, setelah diikuti beberapa menit, cahaya putih itu lalu melesat ke atas hingga menghilang. “Ketika saya turun, saya menceritakannya ke Nancy,” kata dia.

10. Mikhail Gorbachev

http://hermawayne.blogspot.com

Bekas pemimpin Uni Soviet ini pernah berkata, “Fenomena UFO itu benar-benar ada, dan kita harus melihatnya secara serius.”





sumber :http://terselubung.blogspot.com/2011/03/10-tokoh-yang-percaya-adanya-ufo-alien.html

Monday, February 28, 2011

Foto ISS Muncul di Tengah Bulan Purnama



Foto ISS Muncul di Tengah Bulan Purnama

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) muncul di depan bulan purnama, terjadi lebih sering dari satu akan berpikir. Hal melintasi tepat di depan bulan (transit bulan) sekali setiap dua atau tiga hari (selama jam malam), dan hanya berlangsung beberapa detik (orbit ISS pada 7,7 km / s). Penangkapan itu saat bulan purnama di malam yang jelas seperti foto ini, bagaimanapun, mungkin sekali setiap kesempatan beberapa bulan siklus.



sumber :http://www.morzing.com/konten/999/foto-iss-muncul-di-tengah-bulan-purnama.html